-Tag from Is-  

Posted by Ahlia 'Ammar

Bismillahirrahmanirrahim..dah lama tak update blog..dah bersawang dah blog ni..huhu..kepada cik is..maap ya baru nak jawab tag is..saja jwb lambat sikit (padahal terlupa nk jwb…huhu..) syukrn kathir pada cik iSs yg sudi mberi award!

Peraturan nak jawab tag ni ialah:

1. Copy badge "2009 Cute's 3logger Award" untuk diletakkan di blog anda.

Dah..!!hu~

2. Link/ceritakan kembali siapa yang memberikan award ini kepada anda.

Erm..sapa ya??! pemberi award adalah ISLINDA BT IBRAHIM..!! huhu..is..izinkan daku membuka rahsia hidupmu..haha~..is neh bdk ict..menbod intecHss tu…!hehe…seorg yg byk ckp..suka ckp..apa2 yg bkaitan ngn cakap bg kat is..hehe..is ni seorg yg sgt berkaliber, berdedikasi, bertanggungjawab dan ‘ber2’ yg lain...huhu…trutamanya dlm bab2 kewangan..manthop bendahari HBB neh...!!hehe..bittaufiQ wa najaH kt gOmbak nnt..huhu..rindu is…..

3. Setiap blogger mesti menyatakan 10 fakta/hobi diri sendiri sebelum memilih penerima award seterusnya (anda di-tag).

Fakta?? kalau auta bleh??hu~ok,ini biodata..he~

-namaku membawa maksud kesucian,kebersihan dan yg sewaktu dengannya

-berasal dari sebuah negeri jelapang padi di utara tanah air

-lahir 23 Sya’ban 1409 H

-mendapat pendidikan awal dari ibu bapa sejak dari lahir

-mula mengenal abjad ketika berusia 5 tahun di salah sebuah taski Abim

-dihantar bersekolah rendah di sebuah sekolah berhampiran rumah selama 6 tahun

-meneruskan pengajian ke sebuah sekolah menengah harian biasa

-menerima tawaran ke salah sebuah sekolah tajaan MARA di utara

-melanjutkan pelajaran ke salah sebuah ipta di ibu kota

-sekarang sedang bercuti di rumah…..

Itu saja tentang saya..sekian!~

4. Anda perlu memilih 6 penerima award seterusnya dan menyatakan nama mereka di blog anda.

Hmm..nak pilih sapa plak ya??! Sapa2 yg rasa teringin nak jawab tu sila la jawab..jgn malu2~

p/s: che ana n cik shiro wajib..hehe

5. Jangan lupa untuk melawat blog mereka dan meninggalkan komen yang menyatakan:

"anda telah di tag - sila layari blog saya untuk mendapatkan award anda"

Alhamdulillah, selesai sudah saya menyempurnakan tag yang diamanahkan oleh cik is..hehe..syukran kathir lg skali 4 da frenshipz award!~ wslm

خمسة أشياء كلنا نريدها و نحاول الحصول عليها  

Posted by Ahlia 'Ammar

خمسة أشياء كلنا نريدها و نحاول الحصول عليها

Lima perkara semua kita mahukannya dan kita usaha utk mendapatkannya

وجه جميل 1:wajah yang cantik

2-فلوس بالملاين 2:duit yang banyak

3- صحة قوية 3:kesihatan yang baik

4- اولاد شاطرين وفالحين مثلنا 4:anak2 yg cerdik dan berjaya macam kita

5- نوم عميق من دون مهدئات و أدوية 5:tidur yang nyenyak tanpa ganguan

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم :
kata nabi saw :
من ترك صلاة الصبح فليس في وجهه نور و من ترك صلاة الظهر فليس في رزقه

siapa yang tinggalkan solat subuh tiadalah padanya nur di wajahnya

dan siapa yang tinggalkan solat zohor tiadalah padanya rezki yang berkat

بركة و من ترك صلاة العصر فليس في جسمه قوة و من ترك صلاة المغرب فليس في

dan barang siapa yang tinggalkan solat asar tiadalah padanya kekuatan badan, dan

siapa yang tinggalkan solat maghrib tiadalah padanya anak2 yg bermanfaat

أولاده ثمرة و من ترك صلاة العشاء فليس في نومه راحة

dan barangsiapa yang tinggalkan solat isyak tiadalah padanya tidur yang nyenyak

بلغ عن الرسول (صلى الله عليه وآله وسلم ) ولو آية

sampaikanlah daripada nabi saw itu walaupun satu ayat...

Aktivis Muslimah Harapan Rasulullah  

Posted by Ahlia 'Ammar

Oleh : Ustazah Yoyoh Yusroh
Menjadi wanita memang menyenangkan, apalagi wanita "Muslimah", sebab muslimah bererti wanita yang telah diseleksi oleh Allah untuk menerima hidayah-Nya dan menjalankan kehidupan sesuai dengan sunnah Rasul-Nya. Rasulullah sebagai manusia pilihan Allah, sangat peduli terhadap muslimah. Baginda sangat menyayangi muslimah sehingga beliau berpesan
dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Tidaklah seorang muslim yang mempunyai anak dua orang perempuan kemudian ia berbuat baik dalam berhubungan dengan keduanya akan bisa memasukannya ke dalam surga." Di masa baginda hidup kaum wanita merasakan angin segar dalam kehidupannya, setelah sebelumnya pada masa jahiliyah hidup teraniaya, tidak mendapatkan hak yang semestinya. Ke
hidupan wanita muslimah saat itu boleh dikata beruntung dibandingkan dengan wanita sekarang pada umumnya. Kerana muslimah relatif hidup dalam komuniti masyarakat yang memahami nilai Islam secara baik. Hidup mereka betul-betul tersanjung, kerana mereka merasakan hidup sesuai fitrahnya. Berbeza dengan situasi sekarang, ketika banyak wanita menuntut persamaan hak dan darjat. Boleh dikatakan kehidupan wanita sekarang berada ditengah komuniti masyarakat yang tidak memahami nilai-nilai Islam. Ini menyebabkan keserabutan dalam hidup mereka. Sudah tentu wanita muslimah harus berupaya menghilangkan dugaan tersebut. Caranya adalah dengan mulai mengaktifka
n dirinya dalam pelaksanaan nilai-nilai Islam serta berupaya mengajak wanita lain untuk beramal Islami. Ustadz Faisal Maulawi, seorang Mufti Lebanon, menyatakan, "Saatnya sekarang keadaan ummat sedang dalam keadaan bahaya, para wanita muslimah yang solehah terjun untuk terlibat aktif dalam membentengi dan memperbaiki ummat." Untuk menjadi muslimah yang disayang oleh Rasulullah SAW hendaknya diperhatik
an empat hal berikut: 1. Faqihah Lidiiniha Seorang muslimah hendaklah faqih (paham) terhadap din (agamanya). Selayaknya ia dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dalam erti tajwid dan makhraj hurufnya. Kemudian dapat membaca hadits dan selalu pula menjadi bacaan hariannya, karena dengan itu ia memahami keinginan Rasulnya untuk kemudian berusaha menyesuaikan kehidupannya sesuai dengan cara hidup Rasulullah SAW. Ia juga harus berusaha memperkaya diri dan wawasannya melalui belajar kepada seorang guru yang jujur dalam menyampaikan ilmunya, dan berusaha banyak membaca buku agama lainnya seperti tentang aqidah, akhlaq, fiqh, sirah, fiqh da'wah, Tarikh Islam, sejarah dunia dan ilmu kontemporari lainnya. Contoh muslimah yang menguasai ilmu-ilmu ini adalah Aisyah RA.
2. Najihah fi Tarbiyyati Auladiha Seorang aktivis muslimah yang telah berkeluarga hendaklah berupaya dalam mendidik anaknya, bahkan bagi seorang aktivis yang belum berkeluarga pun seharusnya mempelajari bagaimana cara mendidik anak dalam Islam, kerana ilmu tersebut fardhu 'ain, sehingga mempelajarinya sama dengan mempelajari wudhu, sholat, puasa, dan sebagainya. Sehingga ia tahu betul cara mendidik anak dalam Islam yang nantinya anak-anak tersebut akan ia persembahkan untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Insya Allah kelak ia akan menjadi Ibu yang sukses seperti Hajar dan Khadijah ra.
3. Muayyidah fi Da'wati Zaujiha Sebagai aktivis amal Islami, kepedulian kita bukan hanya kepada masalah luaran, mengupayakan pelaksanaan amal Islam terhadap orang lain, akan tetapi kepedulian terhadap aktiviti keluarga harus lebih diutamakan, misalnya memberikan motivasi amal Islami kepada anak, pembantu, juga suami. Ia menjadi muslimah yang senantiasa menjadi motivator kebaikan suaminya, seperti Ummu Sulaim yang menikah dengan Abu Tholhah dengan mahar syahadat. Namun ketika Abu Tholhah wafat Rasulullah mensholatkannya sampai sembilan kali takbir, menunjukkan sayangnya Rasulullah kepada beliau karena tidak pernah berhenti dalam beramal dan berjihad bersama Rasul. Hal ini ia lakukan karena selalu mendapat motivasi dari Ummu Sulaim, istrinya. 4. Naafi'ah Fi Tagyiiri Biiatiha
Ia selalu peduli terhadap lingkungannya, selalu membuka mata dan telinga untuk mengetahui keadaan sekelilingnya, selalu mengupayakan lingkungannya menjadi lebih baik. Contohnya Ummu Syuraik yang selalu mengelilingi pasar bila saat sholat tiba untuk mengingatkan penghuni pasar agar segera melaksanakan sholat dengan kalimatnya yang terkenal 'Assholah, Assholah!!!'
Demikian semoga dengan empat hal ini kita dapat menjadi aktivis Muslimah yang di cintai Rasulullah SAW. Amin.

Hati Yang Mati  

Posted by Ahlia 'Ammar

Ramai orang tertawa tanpa menyedari sang maut sedang mengintainya. Ramai orang yang bersegera datang ke saf solat - kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang, ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekadar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu.
Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah (terasa banggakah) engkau yang hebat berbicara tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu' pada dinginnya malam, lapar perut karena puasa atau kedalaman munajatmu dalam rakaat-rakaat panjang? Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tidak ada apa-apa.
Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
As-Shiddiq Abu Bakar r.a saja selalu gementar saat dipuji orang! "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan ada yang menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan merasakan amalnya sangat banyak. Ada juga orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal! Malahan, menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan peribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata!
Dimana kau letakkan dirimu? Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan ketakutan. Sesudah pengalaman dan ilmu semakin bertambah, engkaupun berani tampil waima di hadapan sultan tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat maksiat menggodamu dan engkau menikmatinya?. Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa tangga kedewasaan rohani meninggi.
Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kuburkan ia? Di luar sana, rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.
Ini potret negerimu: 228 000 remaja adalah penagih. Daripada 1,500 responden pelajar sekolah menengah, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja bisa berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan tanpa rela!
Mungkin engkau mulai berfikir, "Biasalah.." bila bermain mata dengan aktivis wanita (sama ada engkau lelaki atau sebaliknya), di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat? Atau bergayut dengan menambah waktu yang tak kau perlukan, sekadar melepas kejenuhan dengan canda gurau jarak jauh..Betapa biasanya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.
Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustazmu yang mengatakan; jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton acting mereka tidak dilaknat? Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti engkau yang paling islami?
Sesudah itu, tinggallah antara engkau dengan dirimu, tidakkah ALLAH ada disana? Sekarang engkau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tentangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar (control) dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.
Lupakah engkau, jika tembakanmu ke sasaran meleset 1 milimeter, maka pada permulaan sejauh 300 meter ia belum tersasar walau 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf (penyimpangan) di kalangan awam, sedikit sebanyak karena para elitnya telah salah melangkah terlebih dahulu.
Siapa yang mahu menghormati ummat yang "kiay"nya memberi ratusan ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelum ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?
Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya bergambar rapat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)?
Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini, kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa bezanya seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da'wahnya? Akankah kau impikan penghormatan masyarakat awam karena statusmu, lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian itu,... sekeji apakah kamu ini?
Pernahkah kamu lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka. Perhatilah langkah mereka di pasaraya sana. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyaknya membeli produk makanan ringan, semata-mata karena selera "westernnya".
Engkau akan menjadi faqih pendebat yang hebat saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah kamu punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan yang tak berjenama. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.
Kini, datang "pemimpin" ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan mempamerkan kereta dan rumah mewah, "kedai emas berjalan", juga segudang perhiasan. Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku yang kukumpulkan dengan susah payah. Bila aku bosan, aku bisa memanggil penyanyi lain yang kicau merdunya lebih memenuhi seleraku" .
*****************************************
Tulisan asal: Almarhum KH Rahmat Abdullah (Hero Filem Sang Murobbi) (Alih Bahasa daripada Bahasa Indonesia)

Semangat Palestina yang takkan pernah padam!

Followers

ღ halawatul iman ღ